Seputar Program

Mungkin adik-adik masih banyak yang bertanya, sebetulnya program pertukaran pelajar seperti apa sih yang ditawarkan oleh Bina Antarbudaya. Nah, melalui tulisan ini akan kami jelaskan kembali apa dan bagaimana saja programnya.

AFS
Program yang pertama adalah AFS (American Field Service). Program ini didirikan pertama kali pada saat perang dunia ke-2 oleh A.Piatt Andrew, profesor di bidang ekonomi dari Harvard University dan juga former dari U.S Assistant Secretary of the Treasury. Awalnya, program AFS ini mengundang beberapa volunteer dari berbagai negara untuk datang ke Amerika Serikat dan menjadi sukarelawan (volunteer) sekaligus membantu tim medis pada saat perang terjadi.

Tahun demi tahun, setelah perang usai, program AFS ini dijadikan program pertukaran pelajar dan pemuda. Di tahun 1947, AFS Internasional pertama kali dketuai oleh Stephen Galatti. Pada saat itu AFS masih mengirim siswa dari dan ke Amerika Serikat saja. Seiring bertambahnya negara-negara mitra AFS, maka program AFS tidak hanya ke Amerika Serikat saja, tapi bisa dari mana saja ke mana saja, meskipun tetap dengan nama program “AFS”. Misal, sekarang adik melalui AFS Indonesia bisa juga dikirim ke AFS Italia. Saat ini kantor pusat AFS Internasional berlokasi di New York, USA.

Nah, di Indonesia, program AFS ini dikelola oleh Yayasan Bina Antarbudaya, lembaga nirlaba berbasis volunteer dan non-pemerintah yang sekarang memiliki beberapa chapter tersebar di beberapa kota di Indonesia. Chapter-chapter yang ada adalah Chapter Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Karawang, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, dan Manado. Tentunya Bina Antarbudaya saat ini masih mengusahakan untuk membuka chapter lagi di kota-kota lain.

Banyak yang berspekulasi bahwa program AFS ini bukan merupakan program berbeasiswa. Sebenarnya, program AFS adalah program beasiswa parsial. Artinya, apabila adik-adik lulus seleksi tahap 3 dan dinyatakan lulus untuk AFS, maka akan ada sejumlah pledge (biaya) yang akan dipenuhi. Namun pledge ini benar-benar disesuaikan dengan keadaan finansial keluarga adik-adik dan TIDAK menjadi indikator atau penilaian. Jadi, mampu bayar lebih belum tentu bisa lulus, dan sebaliknya. Penilaian kelulusan adik-adik adalah murni dari hasil seleksi.

Mulai tahun ini, jumlah negara tujuan untuk AFS yang ditawarkan kepada pelajar Indonesia semakin bertambah. Adapun negara tujuannya adalah:
1. Amerika Serikat
2. Kanada
3. Meksiko
4. Venezuela
5. Brazil
6. Argentina
7. Chile
8. Jepang
9. Cina
10. Turki
11. India
12. Thailand
13. Filipina
14. Italia
15. Prancis
16. Belanda
17. Belgia
18. Swiss
19. Jerman
20. Norwegia
21. Swedia
22. Finlandia
23. Islandia
24. Republik Ceko
25. Hungaria

Adik-adik memilih dan mengurutkan negara-negara tujuan tersebut dari yang paling diminati ke yang paling tidak diminati. Namun nanti pada akhirnya, juri nasional lah yang tetap akan mempertimbangkan ke negara mana adik akan dikirim. Jadi, belum tentu adik dikirim ke negara tujuan pilihan pertama. Tentunya pertimbangan ini benar-benar dilihat dari karakter adik-adik dan juga dari hasil seleksi.

YES
Program YES (Youth Exchange and Study) didirikan sejak 2003, adalah program beasiswa penuh dari pemerintah Amerika Serikat (U.S Department of State) yang masih dikoordinir oleh AFS USA. Program ini didirikan dengan latar belakang peristiwa 11 September 2001 (9/11). Peristiwa tersebut menimbulkan miss understanding antara Amerika Serikat dan masyarakat Islam. Oleh karena itu tujuan didirikannya program YES ini adalah untuk mengklarifikasi kesalahpahaman tersebut. Tentunya, negara tujuan untuk Program YES ini hanya ke Amerika Serikat.

Setiap tahun, pelajar SMA dari negara-negara partner YES (negara dengan mayoritas masyarakat muslim) dikirim ke Amerika Serikat, begitu pula dengan pelajar dari Amerika Serikat juga ada yang dikirim ke negara-negara YES.

Program YES ini memang ditujukan untuk negara dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam, namun bukan berarti adi-adik yang tidak beragama Islam tidak bisa ikut program ini. Selain itu, program ini juga dibuka untuk adik-adik dengan “different abbility” atau difable.

Program beasiswa penuh ini memang ditujukan untuk adik-adik dengan latar belakang finansial keluarga yang kurang mampu. Untuk itu, kami sangat menyarankan bagi adik-adik dengan latar belakang finansial keluarga yang mendukung agar memprioritaskan program AFS daripada YES.

Mengikuti program AFS atau YES memang harus bersedia untuk “cuti” dari sekolah Indonesia selama satu tahun. Memang sih adik-adik akan “rugi” satu tahun. Namun itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan semua pengalaman dan ilmu yang didapat selama program. Meskipun adik-adik bercita-cita ke luar negeri pada saat kuliah S1 atau S2, namun percayalah, keluar negeri dengan program AFS/YES akan memberikam “rasa” yang berbeda. Adik-adik akan mendapat keluarga baru (tinggal dengan keluarga angkat di sana), teman, guru, dan lingkungan yang baru dengan status adik sebagai “young ambassador” of Indonesia. Dijamin jauh lebih seru dan chalenging ketimbang keluar negeri hanya untuk liburan dan sebagainya.

“Tertinggal satu tahun untuk AFS itu bagaikan ketapel, kita ditarik mundur sedikit untuk dilempar sejauh-jauhnya” – Anies Baswedan, salah satu alumni AFS USA.

So, we still chalenge you to be part of exchange student and AFS Family. Good luck!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s